Info Bangkalis

Dewan Pesimis RPC Sepotong Bisa Profit

08.58 Ippermasik 0 Comments

BENGKALIS-Meski manajemen PT Bumi Laksamana Jaya (BLJ) optimis Rice Processing Complex (RPC) di Desa Sepotong Siak Kecil akan profit, kalangan dewan tetap pesimis bisa untung dan menolak anggaran untuk operasional RPC. “Kubur saja mimpi RPC itu bisa profit, karena tidak ada dasar hitung-hitungannya yang mampu memberikan kontribusi kepada daerah dari segi PAD. Dari dulu kami dari kalangan dewan, khususnya komisi III sudah malas membahas soal keberadaan RPC tersebut. Apalagi pihak manajemen meminta subsidi dana dari APBD untuk menggerakkan mesin pengolah beras asal Korea itu. Sejauh ini kami belum melihat ada prospek positif yang diharapkan dari RPC itu,” ujar H. Azmi Rojali, anggota Komisi III DPRD Bengkalis akhir pekan kemarin. Alasannya, ujar politisi Partai PDK itu, karena sejauh ini untuk berproduksi RPC hanya menggantungkan modal kepada APBD. Sementara gabah yang mau dibeli itu tidak sesuai dengan kapasitas pabrik itu sendiri.Pendapat RPC bisa profit ujarnya sah-sah saja, tetapi sejauh banyak aspek non teknis yang mengganjal, seperti program kerja ke depan masih kabur. Untuk itulah tegasnya, RPC itu planning error, dan sebaiknya diserahkan saja kepihak ketiga dan BLJ atau Pemkab mengambil keuntungan sewa mesin saja.

Komitmen Awal
Anggota komisi III lainnya Bahur Jamil mengutarakan, komisinya akan tetap mempertahankan komitmen awal, tidak ada subsidi dengan RPC. Ia menyarankan kalau RPC mau eksis, sebaiknya dipisahkan dulu dengan manajemen BLJ, yaitu membentuk BUMD sendiri khusus sektor pertanian dengan pengolahan beras.

Bahur menilai RPC bakal profit kalau ada dana, hanya pendapat biasa, karena dari dahulu juga alasannya seperti itu. “Sependapat dengan Azmi, kita sudah letih membahas RPC itu. Selalu minta subsidi dana dengan iming-iming prospek akan profit, tapi program kerjanya malah gak jelas. Komisi III sudah menegaskan kalau PT BLJ cuma mengurus transportasi laut serta APMS, RPC itu dibuat badan hukum sendiri. Kalau RPC tetap di bawah BLJ, ia akan menggerogoti sektor usaha lain yang sekarang juga sedang sekarat. Pemkab dan komisaris harus mengambil keputusan tegas dengan memisahkan RPC dari BLJ dan disampaikan ke dewan,” papar Bahur.

Seperti dirilis sebelumnya, Dirut BLJ mengatakan untuk operasional RPC Sepotong dibutuhkan suntikan dana sebesar Rp10 miliar untuk membeli gabah ke petani.(afa)

0 komentar: